Pengabdian Masyarakat PPM Universitas Telkom 2026
Telkom University Gandeng Industri Kembangkan Prototipe Rangka Motor Listrik Berbasis Desain Manusia
Bandung — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Telkom University menggandeng PT. PT Inti Karya Engineering (INKAE), perusahaan rekayasa teknik dan manufaktur nasional, mengembangkan prototipe rangka motor listrik menggunakan pendekatan Human-Centered Design (HCD) yang dipadukan dengan teknologi Computer-Aided Design (CAD) parametrik dan pencetakan tiga dimensi (3D printing). Program yang berlangsung sejak Februari hingga Juli 2026 ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas desain industri manufaktur nasional di tengah percepatan transformasi kendaraan listrik.
Ketua tim pengabdian, Yanuar Herlambang, menjelaskan kolaborasi ini bermula dari kebutuhan PT. INKAE untuk mempercepat proses desain awal (early-stage design) rangka motor listrik yang selama ini masih dilakukan secara konvensional. Proses eksplorasi alternatif desain berjalan lambat, komunikasi teknis antaranggota tim kurang efektif, dan validasi konsep belum ditunjang oleh media visual yang memadai — kendala yang lazim dihadapi industri manufaktur saat merancang produk kendaraan listrik yang memiliki karakteristik berbeda dari kendaraan konvensional, terutama pada penempatan baterai dan sistem battery swap.

“Rangka bukan sekadar penopang bodi motor. Pada motor listrik, konfigurasinya sangat dipengaruhi oleh distribusi massa baterai, sehingga rangka harus dirancang agar tetap kuat, stabil, nyaman dikendarai, sekaligus memudahkan integrasi sistem pertukaran baterai,” demikian inti temuan tim pengabdian dalam laporan kegiatan.

Dari Diskusi ke Prototipe Fisik
Kegiatan diawali dengan observasi lapangan, wawancara, dan diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion) bersama manajemen dan tim engineering PT. INKAE untuk memetakan kebutuhan desain. Hasil identifikasi ini kemudian diterjemahkan menjadi spesifikasi kebutuhan desain yang mencakup konfigurasi struktur rangka, posisi baterai, sistem suspensi, hingga titik integrasi komponen utama.


Tim pengabdian selanjutnya mengembangkan beberapa alternatif desain rangka menggunakan pemodelan CAD parametrik — teknik pemodelan digital yang memungkinkan perubahan dimensi dan konfigurasi dilakukan secara cepat tanpa perlu membangun ulang model dari awal. Setiap alternatif desain dievaluasi berdasarkan kekuatan struktur, distribusi beban, ergonomi pengendara, efisiensi material, dan kemudahan manufaktur, sebelum akhirnya dipilih satu konfigurasi terbaik untuk direalisasikan.


Konfigurasi terpilih kemudian diwujudkan menjadi prototipe fisik berskala 1:8 menggunakan teknologi Additive Manufacturing atau pencetakan tiga dimensi berbahan PLA. Prototipe ini melalui beberapa tahapan produksi, mulai dari slicing model, proses pencetakan, finishing, perakitan, hingga inspeksi dimensi.


Kehadiran prototipe fisik terbukti mengubah cara tim engineering PT. INKAE mendiskusikan desain. Jika sebelumnya evaluasi konfigurasi rangka banyak mengandalkan gambar dua dimensi dan diskusi verbal yang rentan menimbulkan perbedaan persepsi, kini seluruh pemangku kepentingan dapat mengevaluasi konfigurasi rangka, posisi komponen, integrasi baterai, hingga aspek ergonomi secara langsung pada benda fisik yang sama.
Workshop dan Transfer Pengetahuan
Selain menghasilkan prototipe, program ini juga menyelenggarakan workshop dan pendampingan teknis bagi tim engineering PT. INKAE. Materi yang diberikan mencakup penerapan Human-Centered Design, pemodelan CAD parametrik, optimasi geometri, teknik evaluasi desain, hingga pemanfaatan prototipe sebagai media validasi. Peserta mengikuti sesi diskusi, demonstrasi perangkat lunak, studi kasus, dan praktik langsung mengevaluasi prototipe.



Menurut hasil evaluasi kegiatan, penggunaan prototipe fisik dinilai peserta sangat membantu memahami konfigurasi desain dibandingkan hanya mengandalkan model digital semata. Prosesvalidasi bersama mitra turut menyempurnakan desain akhir sekaligus melahirkan rekomendasi pengembangan lanjutan.
Dampak bagi Industri dan Perguruan Tinggi
Program pengabdian ini memberikan sejumlah dampak nyata bagi PT. INKAE, di antaranya peningkatan kemampuan tim engineering dalam memanfaatkan CAD parametrik, pemahaman yang lebih baik mengenai optimasi geometri rangka kendaraan listrik, tersedianya prototipe fisik sebagai media komunikasi desain, berkurangnya potensi revisi pada tahap fabrikasi, serta tersusunnya dokumentasi desain yang lebih sistematis.
Kegiatan ini juga merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dharma pengabdian kepada masyarakat, sekaligus selaras dengan roadmap riset Kelompok Keahlian Human, Media and Technology (HUMAGY) Telkom University yang berfokus pada pengembangan teknologi berbasis desain berpusat manusia. Ke depan, kolaborasi antara Telkom University dan PT. INKAE berpotensi berlanjut ke pengembangan prototipe skala penuh, analisis rekayasa yang lebih komprehensif melalui Finite Element Analysis, hingga pengembangan sistem battery swap yang mendukung kesiapan produksi massal.
Seluruh target luaran program dilaporkan tercapai, mulai dari prototipe rangka motor listrik skala 1:8, model CAD parametrik, dokumentasi teknis, workshop transfer pengetahuan, draf artikel ilmiah, publikasi media massa, hingga video dokumentasi kegiatan. Program ini diharapkan menjadi contoh model kolaborasi triple helix antara perguruan tinggi dan industri dalam mempercepat hilirisasi riset serta memperkuat daya saing industri manufaktur kendaraan listrik nasional.